Adu Nyali di Jeram Parhitean, Sungai Asahan

Jeram Parhitean merupakan jeram terbaik ketiga di dunia. (Foto: Alfan)

Rintik hujan menemani perjalanan saya dari kota Balige. Mentari perlahan beranjak menuju peraduan. Jalan berliku, menurun dan menanjak jadi santapan menuju desa parhitean. Desa Parhitean teletak di Kecamatan Asahan, Kabupaten Toba Samosir. Kurang lebih dua jam perlajanan dengan mobil ke lokasi ini. Nama Parhitean mungkin tak asing bagi pegiat olah raga arus deras.

Persis jam tujuh malam saya tiba di desa Parhitean. Sebuah warung pinggir jalan yang riuh jadi tempat saya beristirahat. Risjon Simatupang, menyambut saya ramah. Dialah empu dari warung ini. Segelas kopi saya pesan, pengusir lelah juga dingin.

Waktu terus berjalan, perbincangan saya dengan Risjon kian menghangat. Dari obrolan soal jeram hingga mengelola desa wisata.

Dari Rizal Nurdin Hingga Simatupang Wave

Gema takbir membangunkan saya pagi itu. Kedatangan saya di desa parhitean bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Risjon yang kebetulan muslim mengajak saya melaksanakan shalat ied di masjid yang tak jauh dari warungnya.

Usai sholat kami bersiap melakukan pengarungan. Saya mencoba jalur termudah di sungai parhitean. Jeram-jeram parhitean dikenal sebagai jeram neraka di kalangan pegiat olah raga arus deras. Tahun 2000, pernah digelar kejuaraan internasional bertajuk White Water Rafting Festival. Ini merupakan kejuaraan bergensi di kalangan rafter dunia. Sayang kegiatan ini hanya bertahan hingga tahun 2010.

Aktifitas arung jeram di sungai parhitean dilakukan sejak tahun 1998. Seorang berkebangsaan Austria bernama couch dengan warga lokal bermarga Simatupang (Bapak Risjon Simatupang) menjajal derasnya arus sungai parhitean.

Selepas uji coba itu, nama parhitean mulai santer di dunia rafting. Hingga kini, rafter dari seluruh dunia berdatangan untuk menjajal dahsyatnya jeram parhitean.

Menurut Risjon, arung jeram sungai parhitean memiliki beberapa section. Dan jeram-jeram ini masuk dalam peringkat 3+ hingga 5. Di section pertama kita memulai dari desa Tangga dan berakhir di bawah jembatan parhitean. Section ini juga dinamakan "Never ending rapids", tipikal jeram ini sambung menyambung. Ada jeram Rizal Nurdin. Nama Almarhum Rizal Nurdin bekas gubernur Sumatera Utara diabadikan sebagai nama jeram, karena event pertama kejuaraan arung jeram di parhitean di resmikan olehnya. tak sedikit rafter yang terhempas di jalur ini.

Jeram Hulahuli, di desa Hulahuli (Foto: Alfan)

Section ini kita akan temukan dua jeram besar, yakni rabbit hole (grade 5) dan rodeo hole (grade 6). Jeram ini merupakan favorit para kayaker.  

Di Section kedua anda akan memulai dari desa Hula huli. Di section ini anda akan menemukan air terjun setinggi lima meter. Ini merupakan section berbahaya dan sering di sebut juga "Nightmare Rapid".

Section selanjutnya ada jeram-jeram menantang lainnya, seperti Simatupang 1 dan 2, dan berakhir pada zivana rapid (Grade 4).

Untuk pemula ada jeram-jeram yang bisa di arungi dengan aman. di mulai dari belakang SD Tangga dan berakhir di Hula huli. Para rafter menyebut ini dengan hula huli run.

Indahnya desa parhitean dan derasnya arus sungai asahan jadi memori sendiri buat siapapun yang pernah mengunjunginya. Jadi jika anda mengaku petualang, sudah semestinya menjajal dahsyatnya jeram-jeram parhitean.